Rabu, 09 April 2014

Indonesia: Kemampuan dalam negeri dan Pengaruh Luar Negeri

Pasukan & Alutsista Indonesia, perwakilan di masyarakat dunia.
Dalam beberapa waktu terakhir kita mendengar dan melihat kemajuan pesat dalam hal kekuatan militer dan keinginan untuk mencapai kemandirian alutsista.  Pemerintah sudah menentukan bahwa pembelian alutsista akan diutamakan yang bisa mendorong industri strategis dalam negeri dan pembelian dari luar harus disertai dengan ToT.

Minggu, 06 April 2014

Pembelian Eurofighter Typhoon TNI AU

eurofighter-typhoon
Eurofighter Typhoon memiliki moncong yang lebih besar, untuk memberi ruang bagi radar AESA yang lebih besar. (photo: Eurofighter)
Jika tidak ada aral melintang, jet tempur Eurofighter Typhoon TNI AU akan tiba tahun depan, untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Jet tempur Eurofighter Typhoon dengan nilai kontrak 1,5 Miliar USD ini akan datang bertahap, untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger TNI AU.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pepatah itu digunakan pemerintah Indonesia dalam strategi pengadaan dan penguatan alutsista.

TNI AU bidik Jet Tanker A330-MRTT di Tahun 2015

Jet Tanker Airbus A-330-MRTT
Jet Tanker Airbus A-330-MRTT
Untuk memperkuat dukungan logistik bagi armada pesawat tempur TNI AU, Kementerian Pertahanan berencana memesan jet tanker generasi terbaru, Airbus A330-MRTT. Anggarannya dialokasikan mulai tahun 2015 dengan sistem pembayaran multi years.
Pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT) mengambil basis jet penumpang A330 yang dikonversi oleh Airbus Military di Getafe dekat Madrid, Spanyol.
Seperti kita ketahui Airbus Military Spanyol memiliki kedekatan dengan PT DI, dengan proyek CN 295 dan lain-lain. Dan bisa ditebak pembelian jet tanker A330-MRT ini akan memberikan sebagian pengerjaan komponen pada PT DI, serta transfer of technology.

Dua Satelit murni Made in Indonesia di luncurkan Tahun 2015

http://images.detik.com/customthumb/2014/04/02/10/202545_lapan_a2.jpg?w=460
Satelit Lapan A2 yang akan diluncurkan (Foto: Lapan)
Indonesia selama ini belum mampu membuat dan meluncurkan satelit sendiri. Satelit di Indonesia masih dibuat negara lain. Tahun depan, Indonesia berambisi meluncurkan 2 satelit buatan anak bangsa sendiri.
"Kita harus membangun satelit kita sendiri dan tidak tergantung dengan teknologi luar, ini yang harus kita lalui lewat percepatan teknologi satelit, agar kita bisa mengoperasikan satelit yang kita bangun sendiri," kata Sekretaris Kemenristek Hari Purwanto, di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014).

Indonesia siap Produksi Pesawat Tempur pesaing F-18, harga lebih murah

F-18 milik AS
Industri strategis nasional bersama Kementerian Pertahanan sedang mengembangkan pesawat tempur tipe KFX/IFX. Dalam pengembangan dan produksi pesawat tempur ini Indonesia menggandeng Kementerian Pertahanan Korea Selatan.
KFX/IFX sendiri merupakan varian jet tempur generasi 4,5. Pesaing pesawat ini adalah F18 buatan Amerika Serikat dan Dessault Rafale buatan Prancis. Produksi tipe IFX di dalam negeri menghemat pengeluaran anggaran karena harga jual lebih murah.

Rabu, 02 April 2014

Pengembangan Produk Alutsista buatan dalam negeri (Indonesia)


alutsista buatan dalam negeri
alutsista buatan dalam negeri
Rame diskusi soal industri alutsista dalam negeri. Secara ringkas, plan dan progress pengembangan alutsista buatan dalam negeri antara lain sebagai berikut :

Cintailah Produk dalam Negeri (Indonesia)

copy merah_putih_v16


Alutsista kebanggaan buatan dalam negeri
Percepatan Minimum Essential Force (MEF) yang dibangun Kemenhan tidak hanya fokus impor dari luar negeri, tapi juga dengan produsen-produsen dalam negeri. Keseriusan Kemenhan bisa dilihat dnegan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah industri alutsista dalam negeri yang dilakukan pada Maret 2012 silam.
"Jumlah kontraknya mencapai Rp 1,3 triliun," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro saat itu.
Perusahaan yang dilakukan MoU adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Palindo Marine, PT Pindad, PT Infra RCS Indonesia dan PT Sari Bahari. Selama ini kita telah mengetahui pengembangan BUMN Industri strategis seperti PT DI melalui kerjasama pembuatan alat militer bersama pihak produsen luar negeri seperti pesawat CN-295, CN-235, Helikopter Bell 412, Cougar EC-725, Fennec AS-555, dll.

Natuna akan dibangun Shelter Sukhoi

lanud-rinai
Pesawat C- 130 Hercules A-1321 dari Skadron Udara 31 Landing di lanud Ranai Natuna 
Pangkalan Udara TNI AU Ranai akan segera dilengkapi dengan jet tempur cangih, Sukhoi. Untuk itu di pangkalan ini akan segera dibangun shelter Sukhoi di hanggar barat Lanud Ranai, Natuna.
“Pembangunan Shelter Sukhoi ini sebagai pangkalan pendukung operasi TNI AU di Natuna,” ujar Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ranai, Letkol Andri Gandy, Kamis (27/3/2014).

Tank Leopard pilihan tepat memperkuat Jajaran TNI

Tank Leopard 2A4 TNI AD
Tank Leopard 2A4 TNI AD
(siaran pers Kementrian Pertahanan), Senin, 31 Maret 2014
Jakarta, 30 Maret 2014 - Pemerintah terus mengupayakan peningkatan kekuatan Alutsista TNI untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memodernisasi Alutsista TNI. Dalam rangka modernisasi Alutsista TNI khususnya TNI Angkatan Darat, pada tahun 2012 pemerintah dan DPR telah sepakat untuk membeli Main Battle Tank (MBT) Leopard produksi Jerman.
Proses pembelian MBT Leopard telah melalui proses yang cukup panjang dengan pendekatan proses bottom up dan top down. Proses bottom up dimulai dengan kajian oleh pengguna yaitu satuan-satuan Kavaleri TNI Angkatan Darat. Kajian tersebut meliputi analisis penggunaan MBT ditinjau dari aspek teknis, taktis dan operasional.

TNI AD menempatkan Helikopter Canggih Apache di Natuna

Apache AH-64D (AH-64E juga disebut AH-64D blok III) . image: Wikipedia
Untuk melengkapi kekuatannya, TNI Angkatan Darat membeli 8 helikopter canggih, Apache AH-64 E dari Amerika Serikat. Kepala Staff Angkatan Darat, Jenderal Budiman mengatakan, salah satu penempatannya adalah di Natuna.
Umumnya, penggunaan Apache sering dilakukan di lokasi darat. Lalu, apa fungsinya di Kepulauan seperti Natuna?