PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat ini kembali menunjukkan taringnya di industri pesawat terbang Indonesia.
Selain membuat pesawat, perusahaan pelat merah tersebut juga memasok banyak komponen pesawat, salah satunya komponen pesawat raksasa Air Bus A380.
Direktur Pengembangan Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana mengatakan
pihaknya sudah cukup lama memasok salah satu komponen pesawat A380.
Bahkan Andi menyebut, jika PT DI tidak memasok komponen tersebut, maka
A380 tidak akan bisa terbang.
"Ini bisnis kepercayaan, sebulan kita enggak ngirim mereka (Air Bus)
mati. Memang komponennya kecil tapi kalau tidak ada mereka tidak bisa
terbang," ucap Andi di PT DI, Bandung akhir pekan ini.
PT DI juga mengekspor komponen pesawat lainnya hingga total ekspor
komponen setahun mencapai USD 30 juta atau sekitar Rp 342 miliar.
Berbagai macam komponen diekspor untuk kebutuhan berbagai macam pesawat.
"Ekspor komponen pesawat per tahun itu mencapai USD 25 juta - USD 30
juta. Barangnya macam macam ada untuk A 320, A 321. Kita kirim ada 20
jenis komponen berbeda," jelasnya.
Andi mengakui ekspor komponen pesawat ini hanya sedikit dalam
setahun, namun nilai ekspor terbilang tinggi karena mahalnya harga
komponen tersebut.
"Kita ekspor seperti Leading Edge dengan model beda beda. Fungsinya
untuk sayap, dia itu bagian dari sayap. Kemudian ada Dnose, dan ini
dekat sayap dan sedikit lebih dekat ke engine.
Ini untuk A 320 dan A
321, ada 20 komponen berbeda beda. A 380 barangnya sama tapi lebih besar
dan lebih mahal. Kita ekspor cuma buah 40 setahun," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar